Disaat dalam kesendirian dan kesepian begitu berat beban hidup ini ketika kita disakiti atau didzalimi justru oleh orang yang kita sayangi atau orang lain, mengadu kepada Allah dengan tanpa disadari air mata itu mengalir membasahi pipi, tak kuasa untuk dibendungnya karena perih dihati, luka itu teramat perih. Marah, dendam dan kecewa bercampur aduk, jika kita telah tersakiti begitu hebatnya kemarahan, hati menjadi mudah terkotori dengan nafsu membalas dendam dan ingin kembali menyakiti perbuatan orang yang telah menyakiti hati.

Memang saya akui tidak mudah untuk memaafkan seseorang yang menyakiti kita. Kita akan rasa diri kita terhina. Kita akan rasa bahwa kitalah yang kalah. Kita akan rasa bahawa dengan memaafkan maka kita kelihatan seperti yang bersalah. Memaafkan adalah untuk kita sebenarnya. Dengan memaafkan, bermakna kita sedang taat kepada Allah SWT.
Memaafkan, bermakna kita sedang berusaha menjaga jiwa kita. Syaitan menjadikan amarah manusia, sebagai kuda tunggangannya. Nauzubillahi min zalik.

Kita harus mampu memaafkan orang lain yang telah menyakiti hati kita. Mohonlah ampunan kepada Allah untuknya. Sebenarnya kita termasuk orang yang diberikan rahmat oleh Allah. Jika kita disakiti berarti kita sedang teraniaya. Orang yang teraniaya adalah orang yang sedang diuji sekaligus diberikan kemudahan oleh Allah. Allah memberikan dua pilihan membalas perbuatannya atau memaafkan. Jika kita tidak membalas tetapi bersabar & memaafkan orang yang telah menyakiti kita maka Allah akan memberikan ampunan dosa-dosa kita dan Allah menganugerahkan kepada kita kehidupan yang lebih sehat, indah dan membahagiakan bagi kita.

memaafkan itu juga adalah yang terbaik untuk dipilih. tenang rasa dihati karena mengikhlaskannya pada Ilahi. Daripada terus membenci yang pastinya akan menganjal didalam hati juga sering dihasut nafsu juga iblis musuh yang suka menjerumuskan kita agar saling membenci juga mendengki.

Dan bagi orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan dzalim mereka membela diri. Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang dzalim. Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada dosa atas mereka. Sesungguhnya doa itu atas orang-orang yang berbuat dzalim kepada manusia dan melampaui batas dimuka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.

Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya perbuatan demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.’ (QS. Asy-Syuura’ 39-43).

About ichsanryulija

Hal terAneh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s